Kamis, 18 Juni 2015

DARINYA AKU MENJADI SADAR BAHWA PERSEPSIKU SALAH




Sonia begitulah orang biasa memanggil namanya. Entah apa yang membuatku bisa berteman akrab dengannya. awal pertemuan ku tak peduli dengan kehidupannya. Awal pertemuan ku merasa biasa-biasa saja seperti berteman dengan teman-teman yang lainnya. Awal pertemuan ku tak menyangka kalau bisa bertemu kembali setelah adanya perpisahan Kemah Bhakti Perti di kampung Pramuka Malang. Entah apa yang membuat kita bisa bertemu kembali di Kampung Inggris Pare. Awal kedatangannya entah apa yang membuatku bersedia menjemputnya di tempat pemberhentian bus, karena ku terbiasa menyarankan orang untuk datang ke kursusan dengan ojek ataupun becak. Mungkin dari peretemuan kedua inilah  kumulai akrab dengannya.

Ya sonia adalah anak desa dan kuliahnyapun ada di daerah. Tempat kuliahnyapun tak sebesar dan tak begitu terkenal seperti Universitas Negeri ataupun Universitas Swasta yang ada di Perkotaan. Profesinyapun sebagai guru yang ada di dekat rumahnya dan tak banyak cerita lagi yang kuketahui tentangnya. Ya itulah profil singkat sonia yang tak begitu menarik untuk kutelusuri. Tapi entah kenapa aku jadi merasa salut dan bangga pada Sonia setelah mulai mengenal lebih lama serta menyaksikan perjuangannya dalam mengejar cita-ita serta impian-impiannya.

Awal persepsiku tentang anak yang kuliahnya hanya di daerahnya sendiri (khususnya daerah yang masih belum menjadi Kota) adalah anak yang sedikit menutup diri dengan dunia pendidikan di luar daerahnya, anak yang enggan untuk menambah wawasannya di luar, anak yang hanya berada di titik nyaman untuk berada di daerahnya sendiri dan masih banyak lagi persepsi-persepsi negatifku yang lain. ya itulah tadi persepsi-persepsiku yang salah setelah ku mengenal Sonia. Sonia adalah anak yang berbeda sekali dengan persepsi-persepsi yang telah lama melekat di pikiranku. Sonia menjadikaknu sadar akan besarnya jasa  anak daerah yang setia memajukan daerhanya sendiri.

Kesan pertama yang kudapatkan dari Sonia dan membuatku salut adalah dengan berani mengambil langkah untuk menuntut ilmu di Pare Kampung Inggris. Dia merelakan waktu libur mengajarnya untuk dipergunakan menuntut ilmu di Pare Kampung Inggris demi meningkatkan pendidikannya untuk bisa melanjutkan S-2 di UIN Sunan Kalijaga. Sonia adalah anak yang menempuh pendidikannya hanya di Universitas Kecil yang ada di daerahnya, tapi dia benar-benar berani bertarung di medan pertempuran untuk memberantas kebodohan. Waktunya dihabiskan untuk mendedikasikan dirinya di dunia pendidikan.

Hal ini yang membuatku sadar bahwa tidak semua anak yang kuliahnya ada di daerah itu menjadi anak yang tertinggal dan enggan dengan wawasan-wawasan baru yang lain. Tidak semua anak yang kuliahnya di daerah itu hanya berpuas diri dengan pendidikan di kampus asalnya saja,. Tidak semua anak yang kuliahnya di daerah itu mempunyai aktivitas yang monoton. Dari sini akhirnya aku sadar bahwa kemajuan dan kesuksesan seseorang tidak tergantung dari kampus dimana seseorang itu dididik, tetapi semua tergantung dari niat masing-masing individu untuk tetap bisa mencapai kesuksesan yang diingikan.

Hal kedua yang membuatku salut dengan Sonia adalah terkait menejemen waktu yang sangat hebat. Dia mampu membagi waktunya secara baik untuk mengajar di Sekolah, mengajar di tempat Bimbel, menyelesaikan studi S-2nya serta masih mampu membagi waktunya untuk privat Bahasa Inggris. Dia relakan waktunya setiap hari jum’at malam sampai minggu malam untuk menuntut ilmu di Kota lain demi sebuah ilmu di Jenjang S-2 di UIN Sunan kalijaga Yogyakarta. Dimana jarak tempuh dari rumahnya menuju Kota tersebut juga lumayan jauh sekitar 4 jam. Selain itu dia relakan juga waktu senggangnya yang malam hari di hari Sabtu dan minggu malam untuk privat Bahasa Inggris dan baru setelah selesai Privat dia pulang ke daerahnya dan paginya langsung kembali mengajar di Sekolah. Aktivitas utamanya adalah mengajar di Sekolah tapi dia tidak hanya berpuas diri mengajar di Sekolah saja, tetapi seusai pulang mengajar di Sekolah dia langsung mengajar lagi di Bimbel Ganesha Operation sampai Malam hari.

Dari aktivitasnya Sonia semakin membuatku sadar betapa persepsi-persepsiku salah semua. Dia mampu menyadarkanku bahwa dia sangat kreatif dan sangat mahir dalam bidang apapun. Dia bisa survive dengan kondisi yang minim dan mampu bekerja keras untuk menggapai cita-cita yang diinginkan. Dia begitu semangat untuk kehidupan dan pendidikan yang lebih baik. Dia begitu hebat dalam bertarung memperjuangkan sesuatu untuk kebaikan. Dia begitu tangguh untuk menghadapi rintangan-rintangan yang menghambat karirnya. Dia begitu menarik untuk menjadi sumber inspirasi lingkungannya.

Terimakasih Sonia sudah menjadi teman yang selalu memotivasi. Aku bangga bisa kanal denganmu. Aku salaut atas usaha yang kau lakukan. Aku akan terus berjuang sepertimu. Ku berdoa cita-citamu terkabul untuk menyelesaikan studi lanjutu di jenjang S-2 dan akan melanjutkan lagi ke janjang S-3. Selamat berjuang Sonia dan selamat mengukir prestasi dan tetaplah menjadi sumber inspirasi untuk semuanya.

Salam sukses


Tidak ada komentar:

Posting Komentar