Entah apa
yang membuatku peenasaran dengan sosok anak yang masih sangat muda itu. Dia
sangat ramah dalam melayani pelanggannya yang ada di warnet. Zezen adalah anak
yang bekerja menjaga warnet yang biasa aku kunjungi. Awalnya aku hanya tanya
sebatas basa-basi pada anak ini, karena aku sering bertatap muka dan minta
tolong untuk ngeprintkan ini itu, tapi entah apa yang membuatku bertanya lagi
tentang profilnya anak ini untuk yang kesekian kalinya. Aku tak mengingat betul
perkenalaan pertamaku, sehingga aku harus mengulang kenalanku yang kedua
kalinya lagi.
Perkenalan
keduaku terjadi karena ada teman yang tak kukenal tapi dia mengenalku dan
bertanya padaku apakah aku sudah bekerja atau belum dan aku tak menjawab sama
sekali dan aku hanya menjawabnya dengan senyum bingung. Ketika aku kebingungan
menjawab, tiba-tiba anak yang menjaga warnet bernama ZEZEN nyeletuk menjawab
secara kilat “dia itu kuliah”. Entah apa dia menjawab seperti itu, padahal aku
juga gak mengenalkan diriku, dalam persepsiku apa mungkin keseringan ngeprinkan
beberapa dataku jadinya dia bilang seperti itu. Ya aku masa bodoh dengan hal
itu, yang terpenting itu mungkin awal ceritaku aku merasa penasaran dengan anak
yang bernama Zezen.
Dalam
perkenalan singkatku, ternyata Zezen adalah salah satu murid dari MA Alhidayah
tempat dimana aku pernah diberi kesempatan untuk berbagi ilmu dan ternyata dia
adalah adik tingkat dari murid-murid yang dulu pernah belajar bersamaku,
sehingga aku banyak menanyakan kabar dari kakak tingkatnya. Setelah kuselesai
menanyakan kabar dari kakak-kakak tingkatnya yang baru lulus dari almamaternya
ku berganti menanyakan tentang Zezen. Zezen ternyata adalah murid kelas XII
yang mandiri dan tangguh. Dia masih bersemangat untuk menuntut ilmu meskipun
dia harus bekerja paruh waktu di warnet. Dia juga adalah salah satu murid yang
juga diberi kesempatan mendapatkan beasiswa dari sekolahnya. Selain itu dia
masih menyibukkan di kegiatan ekstrakulikuler di bidang hadroh dan juga drum
band. Sungguh anak yang bersemangat di berbagai bidang yang digemarinya.
Yang
kusalutkan dari Zezen adalah di usianya yang masih sangat muda sudah berusaha
membiayai pendidikannya sendiri dan tidak ingin merepotkan orang tuanya,
sungguh anak yang berbakti pada orang tua dan juga anak yang mempunyai semangat
belajar yang tinggi juga. Ketika kutanya malu gaknya menjalankan kerja yang
juga masih bersekolah, jawabannya dia tidak ada rasa minder sama
teman-temannya. setelah itu ku tanya lagi tentang jadwal kerjanya yang malam hari, jadwal
belajar serta jadwal sekolahnya juga dia menjawabnya dengan santai “ya dijalani
biasa-biasa saja”, sungguh jawaban anak muda yang luar biasa dan sangat santai tanpa ada beban
sama sekali dan tanpa ada rasa mengeluh sedikitpun. Sungguh jawaban itu mampu
membukakan mataku untuk tetap mensyukuri apa yang telah diberikan padaku tidak
seberat beban yang dipikul anak tersebut ketika harus bersekolah dan juga harus
bekerja di usianya yang masih sangat muda.
Dari
perbincangan sepintas itu, aku sungguh takjub dengan kehidupan anak yang
bernama Zezen ini. Dengan usianya yang masih sangat muda dan masih bersekolah
sudah mau memperjuangkan hidupnya untuk bisa mendapatkan pendidikan yang lebih
baik. Dia merelakan waktu bermainnya untuk bekerja dan belajar serta masih bisa
meluangkan waktunya di kegiatan ekstrakulikuler. Mudah-mudahan Zezen diberi
kelancaran untuk tetap bisa menempuh pendidikannya dan juga diperlancar urusan
pekerjaannya. Mudah-mudahan Zezen tetap menjadi anak yang berprestasi meskipun
waktunya yang lain dipergunakan untuk bekerja. Selamat berjuang untuk Zezen dan
tetaplah menjadi Zezen yang tak mengenal lelah apapun kondisinya dalam
menggapai cita-cita yang diiinginkan. Ku menulis tentang Zezen karena ku perlu
banyak belajar dari kehiduapannya Zezen dan mudah-mudahan ku menjadi pribadi
yang lebih baik dan tangguh seperti Zezen yang masih sangat muda ^_^