Sabtu, 22 Agustus 2015

BELAJAR BANYAK DARI ZEZEN ANAK SEKOLAH YANG MAMPU MEMBIAYAI PENDIDIKANNYA DARI JERIH PAYAHNYA



Entah apa yang membuatku peenasaran dengan sosok anak yang masih sangat muda itu. Dia sangat ramah dalam melayani pelanggannya yang ada di warnet. Zezen adalah anak yang bekerja menjaga warnet yang biasa aku kunjungi. Awalnya aku hanya tanya sebatas basa-basi pada anak ini, karena aku sering bertatap muka dan minta tolong untuk ngeprintkan ini itu, tapi entah apa yang membuatku bertanya lagi tentang profilnya anak ini untuk yang kesekian kalinya. Aku tak mengingat betul perkenalaan pertamaku, sehingga aku harus mengulang kenalanku yang kedua kalinya lagi.
Perkenalan keduaku terjadi karena ada teman yang tak kukenal tapi dia mengenalku dan bertanya padaku apakah aku sudah bekerja atau belum dan aku tak menjawab sama sekali dan aku hanya menjawabnya dengan senyum bingung. Ketika aku kebingungan menjawab, tiba-tiba anak yang menjaga warnet bernama ZEZEN nyeletuk menjawab secara kilat “dia itu kuliah”. Entah apa dia menjawab seperti itu, padahal aku juga gak mengenalkan diriku, dalam persepsiku apa mungkin keseringan ngeprinkan beberapa dataku jadinya dia bilang seperti itu. Ya aku masa bodoh dengan hal itu, yang terpenting itu mungkin awal ceritaku aku merasa penasaran dengan anak yang bernama Zezen.

Dalam perkenalan singkatku, ternyata Zezen adalah salah satu murid dari MA Alhidayah tempat dimana aku pernah diberi kesempatan untuk berbagi ilmu dan ternyata dia adalah adik tingkat dari murid-murid yang dulu pernah belajar bersamaku, sehingga aku banyak menanyakan kabar dari kakak tingkatnya. Setelah kuselesai menanyakan kabar dari kakak-kakak tingkatnya yang baru lulus dari almamaternya ku berganti menanyakan tentang Zezen. Zezen ternyata adalah murid kelas XII yang mandiri dan tangguh. Dia masih bersemangat untuk menuntut ilmu meskipun dia harus bekerja paruh waktu di warnet. Dia juga adalah salah satu murid yang juga diberi kesempatan mendapatkan beasiswa dari sekolahnya. Selain itu dia masih menyibukkan di kegiatan ekstrakulikuler di bidang hadroh dan juga drum band. Sungguh anak yang bersemangat di berbagai bidang yang digemarinya.

Yang kusalutkan dari Zezen adalah di usianya yang masih sangat muda sudah berusaha membiayai pendidikannya sendiri dan tidak ingin merepotkan orang tuanya, sungguh anak yang berbakti pada orang tua dan juga anak yang mempunyai semangat belajar yang tinggi juga. Ketika kutanya malu gaknya menjalankan kerja yang juga masih bersekolah, jawabannya dia tidak ada rasa minder sama teman-temannya. setelah itu ku tanya lagi tentang  jadwal kerjanya yang malam hari, jadwal belajar serta jadwal sekolahnya juga dia menjawabnya dengan santai “ya dijalani biasa-biasa saja”, sungguh jawaban anak muda yang  luar biasa dan sangat santai tanpa ada beban sama sekali dan tanpa ada rasa mengeluh sedikitpun. Sungguh jawaban itu mampu membukakan mataku untuk tetap mensyukuri apa yang telah diberikan padaku tidak seberat beban yang dipikul anak tersebut ketika harus bersekolah dan juga harus bekerja di usianya yang masih sangat muda.

Dari perbincangan sepintas itu, aku sungguh takjub dengan kehidupan anak yang bernama Zezen ini. Dengan usianya yang masih sangat muda dan masih bersekolah sudah mau memperjuangkan hidupnya untuk bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Dia merelakan waktu bermainnya untuk bekerja dan belajar serta masih bisa meluangkan waktunya di kegiatan ekstrakulikuler. Mudah-mudahan Zezen diberi kelancaran untuk tetap bisa menempuh pendidikannya dan juga diperlancar urusan pekerjaannya. Mudah-mudahan Zezen tetap menjadi anak yang berprestasi meskipun waktunya yang lain dipergunakan untuk bekerja. Selamat berjuang untuk Zezen dan tetaplah menjadi Zezen yang tak mengenal lelah apapun kondisinya dalam menggapai cita-cita yang diiinginkan. Ku menulis tentang Zezen karena ku perlu banyak belajar dari kehiduapannya Zezen dan mudah-mudahan ku menjadi pribadi yang lebih baik dan tangguh seperti Zezen yang masih sangat muda ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar