Rabu, 08 Juli 2015

TERNYATA AKU ALUMNI SOSIOLOGI UTM




Lama tidak berkunjung dan berinteraksi dengan orang-orang Sosiologi terkadang membuatku lupa siapa aku sebenarnya. Lama tidak membaca buku-buku kuliah membuatku lupa dengan teori-teori yang telah diajarkan. Lama tidak menganalisa masalah sosial membuatku lupa dengan idealisme yang tinggi semasa masih menjadi mahasiswa. Lama tidak saling peduli dengan teman, senior dan junior yang lain membuatku lupa dengankondisi mereka bahkan nama-nama mereka semua.

Ya sungguh ironis sekali setelah ku lepas statusku sebagai mahasiswa Sosiologi ku tak mampu bekerja di bidang sosial, ku tak mampu menjaga komunikasiku dengan teman-teman yang lain, ku tak mampu mendalami Sosiologi lebih mendalam lagi. Ya memang itulah kenyataanya aku terlalu sibuk dengan dunia baruku yang lain, aku terlalu asyik dengan komunitas baruku yang lain, aku terlalu memprioritaskan masa sekarangku sehingga setelah tersadar aku telah menjauh dari tempat yang telah mendidikku dan meluluskanku sehingga mampu mendapatkan gelar sarjana.

Hari ini kubuka beberapa kenangan yang telah lama tidak terjamah tanganku. Kubuka cindera mata yang kudapatkan waktu Yudisium bulan September 2013 dan disitu tertera namaku sebagai Yudisiawan FISIB UTM dan ada banyak nama dari Prodi Sosiologi, tapi kutakak tahu lagi kabar teman seperjuangan yang lulus di waktu itu, bahkan dari beberapa nama itu ada beberapa nama yang ku tak mengenal mereka. Setelah kubaca satu-persatu nama yang ada di hiasan tersebut, aku menjadi menyesal ku tak bisa akrab dengan mereka semua.

Apalah daya nasi sudah menjadi bubur, zaman masa kuliah sudah berlalu, silaturahmi yang baik yang bisa kulakukan sekarang ini. Mudah-mudahan hari ini aku ingat lagi siapa aku sebenarnya dan dari mana asalku dahulu sehingga kepercayaan diriku sebagai anak Sosiologi bisa tertanam lagi dalam sanubariku yang paling dalam.



Minggu, 05 Juli 2015

Aku Kembali di Komunitas Lamaku (GUNDALA)



Gundala Jaya, itulah yel-yel yang selalu disebutkan ketika kita anggota Pramuka MAN Nglawak Kertosono Berkumpul. Gundala Gugus Depan Andalan MAN Nglawak yang selalu menjadi sorotan dalam sekolah maupun luar sekolah. Gundala yang selalu eksis dengan berbagai kegiatan dan gebrakan-gebrakan barunya. Gundala yang selalu menjadi organisasi percontohan dengan tingkat kesolidan para anggotanya. Gundala menjadi tempat yang layak untuk dirindukan dan dikenang. Gundala yang menjadi tempat yang wajib untuk terus dikembangkan menjadi tempat yang maju. Ya itulah Gundala yang mendidikku di bidang Kepramukaan semasa masih sekolah di tigkat menengah atas.

Hari ini adalah hari yang mebuat kepercayaan diriku meningkat lagi setelah lama fakum dan meninggalkan Gundalaku. Hari ini adalah hari dimana buka bersama diselenggarkan oleh anggota Pramuka MAN Nglawak Kertosono dari angkatan pertama hingga angkatan yang ku tak tau lagi sampai angkatan keberapa saat ini. Hari ini adalah hari dimana aku bertemu dengan para senior dan juniorku yang ada di Gundala. Hari ini adalah hari dimana aku bisa memperbanyak saudara lagi dan memperbanyak jaringan. Hari ini adalah hari dimana aku, senior dan junior yang lain berbagi suka dan duka. Ya hari ini adalah hari yang istimewa karena aku bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman seangkatanku yang kadang kita menyebutnya famili dol.

Senang rasanya bisa berkumpul dengan kalian lagi meskipun hanya sejenak dan anggota yang tidak lengkap. Senang hari ini bisa berbagi cerita dengan kalian semua meskipun kutak mengenal angkatan yang terlalu senior dan junior yang sangat muda. Senang rasanya bisa bertemu dengan para pembina yang sekaligus adalah guru terbaik yang pernah memberikanku ilmu. Senang rasanya ketika para senior dan junior masih peduli dengan menanyakan kabar masing-masing. Senang rasanya ketika Gundala mampu menjadi wadah untuk berbagi informasi. Senang rasanya bisa sejenak mengambil gambar bersama teman seangkatan untuk diabadikan dalam momen kebiasaan buka bersama yang rutin diselenggarkan oleh Gundala. Senang rasanya bisa berbagi pengalaman dengan para senior yang sudah sukses  denga berbagai aktivitasnya. Senang rasanya bisa kembali di komunitas lama yang telah lama kutinggalkan.

Kembaliku ke Gundala adalah salah satu pendukungku bisa survive di daerah asal lagi. Kembaliku ke Gundala adalah alasanku menjadi orang yang terbuka lagi. Kembaliku ke Gundala adalah motivasiku untuk bisa terus berkreasi lagi. Terimakasih Gundala, terimakasih pembinaku, terimakasih seiorku, terimakasih teman-temanku dan terimakasih adik-adikku. GUNDALA..........( JAYA)